30 May, 2020, 17:38

Dua Oknum Wartawan dan LSM Ditahan Polisi

Salahsatu oknum tersangka pengeroyokan ASN saat di Mapolsek Pagaralam Utara,Jumat (15/5/2020)

PAGARALAM – Kasus dugaan pengeroyokan terhadap salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Jumat (15/5/2020) di salah satu dinas yang ada di Kota Pagaralam berinisial BB,akhirnya berbuntut panjang.

Dua dari empat oknum wartawan dan LSM kini ditetapkan sebagai tersangka dan akhirnya ditahan petugas kepolisian, Jumat (15/5/2020).

Kedua oknum wartawan dan LSM yang ditahan ini berinisial GN dan RD, Sementara dua lainnya HY dan IL masih berstatus sebagai saksi.

Ke empat orang ini diamankan aparat Polsek Pagaralam Utara di kediaman RD di Desa Jambat Balo Kelurahan Ulu Rurah Kecamatan Pagaralam Selatan Kota Pagaralam.

Aparat penegak hukum menahan GN dan RD berdasarkan laporan BB ke Mapolsek Pagaralam Utara dengan nomor: LP/B.15/V/2020/Sumsel/Res.Pagaralam/Sek.PAU.

Dalam laporannya pelapor menjelaskan kronologi kejadian tersebut, pada Selasa 12 Mei 2020 sekitar pukul 12.30 WIB,terlapor RD mendatangi Kantor Dinas Sosial untuk menanyakan atau mengkonfirmasi perihal bantuan sosial yakni Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dan agen-agen penyalur di Kecamatan Dempo Tengah.

Saat itu terlapor diduga mengancam akan melaporkan dan akan memberitakan perihal pergantian item sembako yang dimaksud,mereka juga memastikan bahwa Dinsos Pagaralam tidak melaporkan hal tersebut ke Bank BRI sebagai penyalur bantuan.

Namun pelapor menjelaskan bahwa terkait pergantian sembako sudah dilaporkan secara lisan kepada pihak Himbara Bank BRI atas nama Sudirman.

Akan tetapi, penjelasan pelapor tidak membuat terlapor puas dan diduga pelapor pun mengajak terlapor untuk keluar ruangan.

Pada saat pelapor berada di luar ruangan, di situlah diduga terjadi pengeroyokan yang mengakibatkan pelapor mengalami luka lecet di bagian belakang telinga,selanjutnya melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polsek Pagaralam Utara untuk ditindaklanjuti.

“Setelah mengumpulkan beberapa alat bukti, seperti hasil visum dan keterangan para saksi akhirnya keduanya GN dan RD kita naikkan statusnya menjadi tersangka dan kita lakukan” jelas Kapolres Pagaralam melalui Kapolsek Pagaralam Utara AKP Hery Widodo, pada Jumat 15/5/2020.

Ia juga menambahkan, bahwa kedua tersangka akan dijerat Pasal 170 tentang pengeroyokan dengan ancaman lima tahun penjara.

Sementara itu, Nopran Edwin, selaku Dewan Pembina dan Penasehat Media dimana RD bekerja berharap agar RD dan GN dapat bersikap kooperatif kepada pihak kepolisian dengan memberikan keterangan-keterangan yang sebenarnya.

” Ya kita juga akan meminta agar Polres Pagaralam memproses pengaduan Nomor 35 dan 36 dari peristiwa tersebut sehingga pada akhir nanti kita menemukan fakta apa yang sebenarnya terjadi ” ungkap Edwin.

Sebagaimana diketahui bahwa dugaan pengeroyokan ini sempat direkam dan di videokan oleh seseorang dan telah tersebar dan beredar luas di berbagai platform media sosial.(Tom)

Facebook Comments
Share