24 February, 2020, 05:34

Gegara Sertifikat Palsu, Pria Ini Digelandang Ke Polda

Palembang, Suaraampera – Diduga melakukan pemalsuan sertifikat serta memberikan data palsu seorang pria paruh baya Berinisial KB, Warga jalan Kebun Bunga Lorong Seroja 2 Kecamatan Sukarame Palembang, harus digelandang kepolda Sum-sel.

Kapolda Sumsel, Irjen Priyo Widyanto, melalui unit jatanras polda sumsel, Kompol Antoni Hadi, mengatakan pengukapan kasus tersebut berawal dari korbannya yang berinisial IN mengecek suratnya di Badan pertanahan.

“Saat di cek korban surat permohonan atas nama IN tersebut tidak tercantum di Badan Pertanahan, kemudian korban melapor kepolda Sumsel”, Katanya

Ia menjelaskan, Pemalsuan ini baru diketahui pada tanggal 13 mei 2019. Yang menerangkan sebidang tanah milik korban yang diklaim orang lain.

“hal ini terungkap setelah sertifikat sebidang tanah milik korban, bernomor 1162, atas nama nyonya janda lina yang terletak disimpang tiga dijalan sukarno hatta, kelurahan talang kelapa kecamatan sukarami, Kota palembang. Diklaim orang lain menggunakan 7 berkas sertifikat atas nama Kolbi, Komaruddin, Saiful anwar dan mukar sahadi dan diketahui atas hak permohonan sertifikat diduga palsu dan dipalsukan berupa tanda tangan lurah talang kelapa dan ketua rt 12 yang ada didalam surat penguasaan fisik atas sebidang tanah (sporadik) atas kejadian ini beberapa pepohonan ditebang oleh tersangka serta beberapa bidang telah dijual oleh tersangka.hingga korban mengalami kerugian Rp 5.000.000.000 ( lima miliar rupiah ).”. Jelasnya.

Dilanjutkannya, berdasarkan dari pengembangan kasus tersebut polisi mengamankan satu tersangka berinisial k b. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Atas kejadian tersebut tersangka terancam pasal 263 kuhp ayat 1.dan 2 junto 266 ayat 1.tentang pemalsuan surat berharga diancam dengan kurungan penjara 6 sampai 8 tahun penjara.” Lanjutnya

Sementara itu, menurut keterangan tersangka KB saat ditanya para awak media terkesan berbelit belit, yang menerangkan telah membeli sebidang tanah dengan pemiliknya bernama jaini pada tahun 2016 sedangkan jaini sudah meninggal ditahun 2000.

“biar pengadilan yang menentukan, asli atau palsu sertifikat tersebut”, Jawab Tersangka KB. (rda)

Facebook Comments
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *