27 September, 2020, 16:01

Tim Gabungan BNNP, Temukan Remaja Dalam Keadaan Luka Tembak

Palembang,suaraampera – Akbar Putra yang mengalami luka tertembak saat petugas gabungan melakukan razia narkoba dan prostitusi di Kampung Baru Palembang yang digelar Kamis (28/2/2019) oleh tim gabungan BNNP sumsel. Akibatnya, pria remaja yang berusia 18 tahun ini langsung dilarikan ke rumah sakit.

Korban yang mengalami tertembak peluru nyasar saat berada di Jalan Teratai, Kampung Baru, Sukarame, Kota Palembang, Kamis (28/2) sekitar pukul 23.45 WIB. Saat kejadian diketahui ada petugas BNN Provinsi Sumatera Selatan (BNNP Sumsel) yang mau menggelar razia terhadap diskotic yang ada didalam kampung baru.

BNNP Sumsel, yang berusaha masuk ke Jalan Teratai yang dikenal sebagai lokasi prostitusi itu mendapat penolakan dari sekelompok warga dengan lemparan batu kearah Petugas BNNP memberi tembakan peringatan sebelum akhirnya mundur.

Setelah petugas BNNP Sumsel kembali, Akbar tersadar kalau korban terkena tembakan peluru nyasar mengenai dada korban. Akbar langsung dibawa ke RS Myria Palembang karena diduga kuat proyektil masih ada di dalam tubuhnya.

“Iya betul (ada razia BNNP Sumsel pada saat kejadian). Untuk sementara, korban sudah dibawa ke rumah sakit ya,” terang Kapolresta Palembang Kombes Didi yang membenarkan saat dimintai konfirmasi lewat telepon, Jumat (1/3/2019).

Sementara itu, Kepala BNNP Sumsel Brigjen Pol Jhon Turman Panjaitan mengatakan, pihaknya sudah mendapat kabar adanya warga yang terluka. Namun, dia tidak dapat memastikan apakah Akbar korban salah tembak atau memang target petugas.

“Benar ada warga yang terluka, saya juga baru mau ke rumah sakit, hari ini operasi. Kalau kesalahan kami, pastilah akan ada tanggung jawabnya. Nanti saya cek dulu,” kata Jhon.

Meskipun demikian, Jhon membenarkan BNNP melakukan razia bersama Satpol PP Palembang. Ada 47 anggota yang terlibat, 35 dari BNNP dan 12 dari Sapol PP kota

“Kami pas masuk tadi malam diserang sekelompok pemuda. Kami ya mundur sambil memberi tembakan peringatan. Razia batal digelar karena kami nggak mau ada keributan,” katanya.

“Kami mencurigai lokasi itu jadi sarang pemakaian narkoba. Kenapa? Karena sebelum razia tadi malam kami sudah lakukan upaya persuasif, banyak bong atau alat isap sabu ditemukan,” tutup Jhon.( ndi )

Facebook Comments
Share