24 November, 2020, 12:50

Puluhan Masa Gruduk Kantor Bupati Musi Rawas

MUSI RAWAS – Puluhan masa menggruduk kantor Bupati Musirawas Jl Lintas Sumatera Kel. Air Beliti Kec. Muara Bliti Kab Musirawas, mereka menuntut agar segera diselesaikan permasalahannya yaitu untuk diberikan lahan plasma PT. PPA , Senin (10/12/2018)

Suroso Perwakilan PT. PPA menyatakan Pembukaan lahan plasma sudah di laksanakan pada tahun 2013 namun dihentikan dikarenakan lahan yang disediakan berada di wilayah Musi Banyuasin, kemudian dilaporkan oleh masyarakat Muba dan di panggil Ke Polda Sumsel. Pada tahun 2015 di adakan kembali untuk membuka lahan plasma namun dihentikan dikarenakan lahan yang ada masuk dalam izin lokasi Perusahaan lain, kemudian dibentuk tim Kecamatan untuk dilakukan pendataan kembali terkait penyediaan lahan plasma.

“Data yang diterima oleh perusahaan hanya berupa surat penyerahan dari masyarakat untuk di buka plasma namun lahan yang ada berada di wilayah Kab. Muba. Terkait lahan yang sedang dilakukan verfikasi pihak perusahaan sifatnya menunggu hasil dari tim Kecamatan, jika memang ada lahan maka siap untuk di lakukan pembukaan lahan plasma,”jelasnya

Muslim menyatakan Masyarakat Prabumulih I sudah menyediakan lahan yang sudah dilakukan verifikasi oleh tim Kecamatan dengan total lahan seluas 492,43 Ha. Saat ini subsidi plasma yang diberikan oleh PT. PPA kepada masyarakat namun untuk penerima tidak semua dari warga Prabumulih I bahkan di data Desa tidak ada nama-nama tersebut.

“kami minta agar di lakukan verifikasi jika memang ada tindak kriminal pemalsuan data maka harus di proses sesuai aturan yang berlaku. Masyarakat meminta dana talangan pemilik plasma saat ini sebesar Rp 300.000 agar dinaikan minimal Rp 1.000.000,”ujarnya

Camat Muara Lakitan Freenan menyatakan Permasalahan yang ada saat ini adalah data, maka harus dilakukan verfikasi ulang agar menghasilkan data yang akurat supaya permasalahan yang ada selama ini tidak timbul kembali.

Kabag Tapem Musirawas Riswan Kadarisman mengatakan “dikarenakan dalam pertemuan ini permintaan masyarakat belum bisa terpenuhi maka dijadwalkan pada hari Selasa tanggal 18 Desember 2018 dilakukan pertemuan kembali dengan mengundang pihak Direksi PT. Pratama Palm Abadi,”jelasnya (Lex)

Facebook Comments
Share