24 November, 2020, 12:38

Warga Prabumulih Tutup Akses Jalan PT.PPA, Apabila Tuntutannya Tidak Dipenuhi

MUSI RAWAS – Puluhan warga Desa Prabumulih 1 menuntut hak terhadap lahan plasma PT.Pratama Palam Abadi (PPA) yang selalu menjanjikan kepada warga Prabumulih 1 untuk membangun lahan plasma. Namun lahan yang di janjikan oleh pihak PT.PPA tidak sesuai yang di inginkan masyarakat pemilik plasma, Jum’at (30/11/2018)
Karena lahan plasma yang  akan di bangun  oleh pihak PT.PPA di wilayah Kabupaten Muba. Seharusnya, untuk lahan plasma itu harus di wilayah Kabupaten Musirawas yaitu di Desa Prabumulih I Kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas. Dan sampai saat ini, hanya janji palsu dan bohongan dari pihak PT.PPA, bahkan sampai dengan saat ini belum tau kejelasan di mana tempat pelasma tersebut.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan terdapat ada beberapa tulisan dalam sepanduk yang di bentang oleh warga Desa Prabumulih 1 Kecamatan Muara Lakitan yang bertulis “kepada pihak yang berwenang tolong dan mohon selesaikan permasalahan kami. Kami sudah muak dengan kebohongan dan janji-janji palsu dari PT.PPA”.
Salah satu perwakilan dari masyarakat Desa Prabumulih I yaitu di Ketuai oleh Muslim menyampaikan tuntutannya kami hanya ingin hak-hak kami yang belum di penuhi oleh pihak PT.PPA yaitu :
1.Hasil panen plasma terhitung 1 januari 2015 sampai dengan saat ini harus di serahkan ke koperasi unit desa prabumulih karya sejahtera.
2. Sesuai dengan MOU bahwa plafon akad kredit di tentukan 48 bulan plus 8 bulan, terhitung dari mulai penanaman tahun 2012, belum ada plafon akad kredit dan segera di laksanakan akad kredit.
3. Kekurangan lahan yang belum terdaftar sebagai peserta plasma sesuai dengan berita
acara hasil rapat tanggal 13 september 2017 di desa prabumulih1
4. Untuk relokasi lahan plasma sejumlah 931,57 Ha harus di tentukan tempatnya.
5. Sesuai dengan hasil rapat pada tanggal 13 september 2017 di kantor kepala desa prabumulih I pada poin ke 5 berita acara, setiap 6 bulan sekali besaran dana talangan
akan di evaluasi.
Ia juga mengatakan, sampai dengan saat ini belum ada kejelasan dari Pihak PT.PPA di mana letak relokasi lahan plasma sejumlah 931,57 Ha tersebut dan harus ditentukan tempatnya.
“Apabila pihak perusahaan tidak mengindahkan tuntutannya peserta plasma atau warga Desa Prabumulih I kecamatan Muara Lakitan Kabupaten Musirawas akan menutup akses menuju perkebunan PT.PPA,”Tegasnya dengan Kesal karena tidak ada satupun dari pihak PT.PPA yang hadir di lokasi.
Ditambahkannya, Arnan warga setempat juga menyampaikan Tuntutan kepada perusahaan yaitu permasalahan akad kredit untuk segera dilakukan akad kereditkan, karena sesuai dengan janji oleh pihak PT.PPA, Bahkan sudah melewati jatuh tempo selama 19 bulan.
Sedangkan, Permasalahan hasil panen sejak awal sampai sekarang itu masyarakat juga ingin mengetahui dan ingin data jumlah secara global atau jumlah tonase yang ada dan jumlah nominal uangnya, agar segera di serahkan kepada KUD. Baik dari tahun 2015 sampai 2018.
Sementara, untuk permasalahan terkait kekurangan lahan terserah dari  pihak PT.PPA maupun dari Pemerintah Desa apa membentuk tim, untuk menyelesaikan kekurangan lahan yang ada, karena menurut data yang ia punya dari lahan 931,57 H. masih ada kekurangan sebanyak 400 H, sekarang masyarakat yang telah menyerahka tanahnya, tapi belum terdaftar sebagai anggota calon pemilik plasma.
Ia juga mengatakan, untuk langkah-langkah selanjutnya pihaknya akan terus melakukan aksinya sampai dengan selesai dan kami juga akan melakukan pemortalan akses jalan PT.PPA dan juga melakukan kegiatan yang berkaitan dengan permasalahan perkebunan plasma sesuai dengan surat yang telah kami sampaikan kepada pihak terkait.
”kami hanya ingin menuntut hak kami. Kami tidak akan melakukan tindakan di luar batas seperti anarkis dan kami juga tetap jamin masyarakat Desa Prabumulih 1 tidak anarkis dan tetap berada di jalur hukum. Sekali lagi kami hanya ingin menuntut hak-hak kami,”Katanya.
Sementara itu, Kades Prabumuli I Masran Jaya mengatakan, saya selaku Kepala Desa (Kades) sangat mendung apa yang di lakukan oleh warganya. Karena warganya menuntut hak-haknya yang belum di tepati oleh pihak PT.PPA.
“Atas tuntutan dari warga saya sangat mendukung atas apa yang di inginkan oleh warga saya. Tapi jangan sampai melakukan perbuatan anarkis dan melanggar perbuatan hukum,”Ujarnya
“Saya menyarankan kepada warga jangan sampai melakukan perbuatan yang dapat merugikan dan kita akan menyelesaikan permasalahan ini sampai tuntas dan selesai, sesuai dengan apa yang di inginkan oleh warga,”Pungkasnya (Rud)

Facebook Comments
Share