Ratusan Masyarakat Gruduk Kantor Gubernur Sumsel

PALEMBANG – Ratusan warga masyarakat sumsel mengepung kantor gubernur sumatera selatan, terkait surat edaran gubernur tentang pelarangan menggunakan ruas jalan umum lintas sumatera dilalui oleh angkuta batubara. Ratusan warga yang berasal dari 5 kabupaten kota melaksanakan Aksi unjuk rasa di depan kantor gubernur sumatra selatan, rabu (21/11/2018)

Selaku Korak Satuan Abdul Latif Pakaya dan Korlap Rabli Utama,S.Pd, dalam aksi damai tersebut, Di kantor Gubernur Prov. Sumsel di lanjutkan dengan berorasi di depan Kantor Gubernur Prov. Sumsel dengan membentangkan Spanduk yg bertuliskan  “Sebenarnya akar permasalah kemacetan adalah di duga terlalu lama dan banyaknya kereta api yang melintas ”

“Kami sangat mendukung kebijakan Gubernur Sumsel dalam memberantas kemiskinan dan memberantas pengangguran, namun sebaliknya mohon dispensasi apabila kebijakan tersebut berdampak terhadap munculnya banyak pengangguran dan kemelaratan yang berdampak sistemik pada segala Lini kehidupan,”ujarnya

Aksi ini merupakan aksi damai untuk menyampaikan aspirasi sebagaimana yang diatur dalam undang-undang nomor 9 tahun 1998.

Pasca keluarnya Peraturan Gubernur Sumsel nomor 74 tanggal 5 November tahun 2018 tentang dicabutnya peraturan Gubernur Sumsel nomor 23 tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batubara melalui jalan umum mengakibatkan anak-anak pekerja batu bara terancam putus sekolah dan kelaparan.

“kami minta agar Kepala Dinas Perhubungan Prov. Sumsel sesuai amanat pasal 2 dari Peraturan Gubernur Sumsel nomor 74 tanggal 5 November 2018 yang intinya “segera mengatur, mengawasi dan mengendalikan lalu lintas angkutan batubara berkoordinasi dengan perangkat daerah dan instansi terkait,”pungkasnya

Bahwa kami sangat mendukung kebijakan pemerintah Prov. Sumsel serta tertuang dalam surat edaran Gubernur Sumsel No. 041/Dishubkominfo/tahun 2015 tanggal 11 Mei 2015 tentang pengaturan waktu operasional angkutan batubara dan kayu log. Bahwa dengan keluarnya surat Kepala Dinas Perhubungan prov Sumsel nomor 351.2/4151/Dishub tanggal 8 November 2018 tentang toleransi angkutan batubara yang ditujukan kepada Kadishub Kab. Lahat dan Kadishub Kab. Muara Enim.

“Kami minta kepada Kepala Dinas Perhubungan Prov. Sumsel hendaknya berlaku adil agar tidak menimbulkan kecemburuan sosial, Maka toleransi juga harus diberikan pada jalur lainnya terutama untuk angkutan batubara rute Lahat-Palembang tetap dibolehkan lewat jalur umum dengan pengaturan yang sama serta mengutamakan tidak lewat siang dan konvoi terbatas,”pungkasnya

“apabila aspirasi kami ini tidak dianggap dan diberikan solusi atau jalan keluar terbaik bagi kami, maka kami akan terus mengadakan aksi yang berkelanjutan sampai masalah ini benar-benar tuntas,”tambahnya

Abdul latif membacakan tuntutan nya didepan ratusan masa aksi pendemo, meminta Gubernur Sumsel agar meninjau kembali Peraturan Gubernur No. 74 tahun 2018 tentang Pencabutan Peraturan Gubernur No. 23 Tahun 2012 tentang tata cara pengangkutan batu bara melalui jalan umum

Sebenarnya daerah yang maju adalah daerah yg angka kemiskinanya dan pengangguran yang rendah, semua itu ada dalam program kerja Gubernur Sumsel,

Para aksi masa di temu dan di tanggapi langsung oleh bapk H. NASRUN UMAR selaku sekda provinsi sumsel yg di dampingi oleh Robert Heri selaku kepala Dinas Pertambangan.

H. NASRUN UMAR Mengatakan Sebenarnya larangan angkutan batu bara melintasi jalan umum sudah ada sejak 2011 dan dalam waktu jangka pendek memanggil semua penambang dan sudah di beri solusi untuk melintasi jalan baru dan tembus di tugu nanas. Untuk Jangka panjang sdh memberi izin untuk membuat jalan baru untuk melintasi angkutan batu bara.

“untuk mobil kayu sudah di perintahkan pada kadishub pada tanggal 16 November 2018 untuk memberi larangan angkutan mobil kayu melintasi jalan umum dan harus sesuai dengan berat beban muatan.  Angkutan batu bara maupun angkutan kayu dilarang melintasi jalur jalan umum di tutup dari palembang sampai jalan semen batu raja,”jelasnya (Lex)

Facebook Comments
Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *